Ketua Komisi B DPRD Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono saat berdialog dengan masyarakat di Balai RW 09, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (27/12/2022). (Foto: Dok. Humas Fraksi PKS DPRD Kota Malang)
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono saat berdialog dengan masyarakat di Balai RW 09, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (27/12/2022). (Foto: Dok. Humas Fraksi PKS DPRD Kota Malang)

JATIMTIMES – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menggelar legislative corner di Balai RW 09, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Yang dibahas terkait konsep pembangunan Kayutangan Heritage ke depan.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menjelaskan, dalam kegiatan legislative corner ini, Fraksi PKS membahas isu-isu terkini dengan menghadirkan narasumber kompeten yang dihadapkan langsung dengan masyarakat.

Selain itu, perwakilan tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, perwakilan kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kayutangan Heritage, akademisi serta perwakilan Fraksi PKS DPRD Kota Malang, yakni Trio Agus Purwono dan Bayu Rekso Aji.

“Kami menerima aspirasi masyarakat terkait perkembangan Kayutangan Heritage. Pembangunan di Kayutangan juga kami evaluasi apalah sudah sesuai dengan keinginan masyarakat dan pemerintah,” ujar Trio.

Dalam pertemuan tersebut, Trio menuturkan bahwa masyarakat yang berada di dalam kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan masih belum mengetahui dan memahami konsep pembangunan Kayutangan Heritage ke depan.

“Selama ini mereka menganggap hanya pembangunan fisik. Tapi bagaimana konsep wisata secara utuh, mereka belum tahu,” tutur Trio.

Foto bersama.

Politisi yang juga ketua Komisi B DPRD Kota Malang ini mengatakan,  dari kurangnya pemahaman kepada masyarakat, alhasil masyarakat di kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan juga belum merasakan dampak konsep wisata heritage di kawasan Kayutangan Heritage.

“Karena inti dari kayutangan itu sebenarnya ada di dalam, lebih ke bangunan kuno dan ciri khas dari kayutangan itu di pemukiman masyarakat. Mereka belum tahu secara lengkap konsep pembangunan Kayutangan Heritage,” terang Trio.

Menurut dia, rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang akan menerapkan satu arah di kawasan Kayutangan Heritage atau di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmad merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya dalam mengembangkan konsep wisata heritage yang difokuskan pada pemukiman heritage di dalam Kampoeng Heritage Kajoetangan.

“Kalau jadi destinasi, itu diharapkan meminimalkan kendaraannya sehingga lebih banyak orang yang menikmati suasana Jayutangan. Mau nggak mau solusinya ya satu arah kalau saya. Masyarakat yang di kampung itu juga tidak mempermasalahkan jika satu arah,” ujar Trio.

Lebih lanjut,  jika satu arah diterapkan, maka akan berpotensi terjadinya lonjakan wisatawan di kawasan Kayutangan Heritage. Pasalnya, akan terjadi penumpukan wisatawan yang dapat diarahkan ke dalam Kampoeng Heritage Kajoetangan.

“Mereka bisa masuk ke dalam. Karena harapannya impact nya bukan hanya di luar tapi di dalam,” kata Trio.

Sementara itu, Trio berharap konsep pembangunan Kayutangan Heritage dapat menjalankan dua fokus, yakni fisik dan non-fisik. Di mana menurutnya, selama ini konsep pembangunan Kayutangen Heritage lebih difokuskan pada pembangunan fisik.

Namun, pembangunan secara non-fisik masih belum terlalu dikuatkan. Pihaknya pun mendorong Pemkot Malang juga memerhatikan pembangunan secara non-fisik kepada masyarakat. Mulai dari penguatan edukasi, kemampuan hingga sumber daya manusia (sdm) masyarakat di kawasan Kayutangan Heritage.

Selain itu, sudah harus mulai dipersiapkan unit-unit khusus untuk menangani permasalahan yang berpotensi akan muncul jika konsep pembangunan Kayutangan Heritage sudah final.

“Harus sudah disiapkan unit khusus yang menangani kawasan itu termasuk pengamanan dari polisi pariwisata,” ujar Trio.

Lebih lanjut, pihaknya bersama masyarakat di kawasan Kampoenh Heritage Kajoetangan juga masih belum melihat konsep pembangunan Kayutangan Heritage secara utuh untuk tahun 2023 ke depan.

“Termasuk penataan titik-titik aktivitas wisata di situ juga belum. Harapan kami, pengelolaan secara fisik dan event agar terarah konsepnya,” pungkas Trio.