Konsolidasi Pemenangan di 13 DPC Banyuwangi, Ketua PKS Jatim Jelaskan 5 Pilar Meraih Kemenangan PKS

 

BANYUWANGI- Kunjungan Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan yang diagendakan sejak Jumat-Ahad (14-16 Oktober 2022) memberi pesan khusus. Ia menjelaskan 5 cara berpolitik PKS atau 5 Pilar dalam meraih kemenangan PKS sebagaimana arahan dari Presiden PKS,, Ahmad Syaikhu.

Hal itu disampaikan didepan para pengurus DPC dan DPRa yang hadir dalam acara konsolidasi pemenangan. Ia berharap para pengurus bisa mengaplikasikan dan menjelaskan pada masyarakat tentang cara berpolitik dan Pilar dalam meraih kemenangan PKS.

“PKS ini membawa nilai luhur bagaimana bisa terus memperjuangkan rakyat dan NKRI,” katanya.

Ia kemudian menjelaskan satu per satu 5 pilar dan cara berpolitik PKS di depan pengurus DPC Bangorejo Kabupaten Banyuwangi, Jumat, 14 Oktober 2022.

Pertama, Politik Silaturahim. Menurutnya, politik silaturahim dan silaturahim politik sama sekali berbeda.

“Kalau silaturahim politik itu, kita berkunjung karena ada perlunya. PKS tidak boleh begitu, karena kita bersilaturahim kapan saja, tak ada kaitannya dengan dekat tidaknya waktu pemilu,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa silaturahim politik yang selama ini dilakukan kepada para habaib, kiai dan tokoh masyarakat dalam rangka meminta nasihat dan doa.

“Kita ini butuh banyak nasihat dan doa untuk menguatkan perjuangan PKS,” pesannya.

Kedua, ia melanjutkan, adalah politik pemberdayaan. Menurutnya, hal itu sudah bisa terlihat dari berbagai program pemberdayaan dan pendampingan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ada bidang tani dan nelayan yang membuat sekolah tani dan nelayan, ada Rumah Keluaga Indonesia yang punya sekitar 800 konselor di Jatim yang siap mendampingi dan menguatkanperan keluarga, dan program-program lain,” katanya.

Ketiga adalah politik gagasan, bagaimana PKS banyak mengusulkan kepada pemerintah untuk program-program kemasyarakatan.

“Misalnya kita mengusulkan masa berlaku SIM seumur hidup seperti KTP, pajak penghasilan hanya untuk yang berpenghasilan di atas 8 juta dan seterusnya,” jelas Irwan.

Keempat adalah politik keberpihakan. Irwan kemudian mengingatkan aksi tegas PKS dalam menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi dan dinilai akan sangat memberatkan rakyat.

“Ada juga penolakan UU Cipta Kerja yang kami nilai merugikan para buruh. Dan beberapa kebijakan lain yang merugikan rakyat, kami lantang melakukan penolakan,” kata pria yang pernah menjadi anggota DPRD provinsi Jatim selama 2 periode itu.

“Kelima, politik kebangsaan. Dengan politik ini, kami mengajak semua elemen bangsa ini untuk berjuang bersama PKS untuk menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan di negeri ini,” pungkasnya.

Kelima cara berpolitik PKS dan 5 pilar meraih kemenangan PKS ini, ia meminta seluruh pengurus PKS, baik di tingkat DPD hingga DPRa menjalankannya.

“Bismillah, kita jalankan cara berpolitik PKS ini, biarkan masyarakat yang menilai bagaimana PKS bekerja,” ujar Irwan.{}