Hadiri Undangan PWNU Malam Puncak Hari Santri, Ketua PKS Jatim Terkesan dan Apresiasi Tampilan Seni dan Budaya Para Santri

SURABAYA- Kegiatan Malam Puncak Hari Santri (SCNC) 2022 PWNU Jawa Timur Sabtu, 29 Oktober 2022 di Jatim Expo Surabaya digelar dengan sangat meriah. Ribuan santri unjuk kebolehan. Mempesona dan menawan.

Kesimpulan itu disampaikan oleh Ketua DPW PKS Jawa Timur yang datang menghadiri undangan dari PWNU Jatim dan melihat langsung pertunjukan seni yang oleh para santri pondok pesantren.

“Luar biasa tampilan para santri, mempesona dan sangat menawan. Kegiatan ini harusnya membuat kita punya harapan pada para santri di negeri ini,” tegasnya mengomentari kegiatan yang bertajuk ‘Wonderful Santri, Karnaval Seni dan Budaya NU dan Pondok Pesantren’ itu.

Irwan memang berkali-kali mengungkapkan apresiasinya di setiap tampilan santri. Menurutnya, santri tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Tampilannya berkelas, gerakannya tertata, lightingnya mantap,” katanya.

Menurutnya, sejak dulu, saat ini dan sampai kapanpun, perjuangan para santri di negeri ini istimewa.

“Mungkin kemerdekaan Indonesia tak akan pernah terwujud jika hadratussyaikh KH Hasyim Asyari tidak mengeluarkan resolusi jihad kala itu,” terang pria yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim selama 2 periode itu.

Karenanya, Irwan berharap para santri-santri itu, kelak bisa menjadi para pimpinan di negeri ini. ujarnya.

“Santri punya ruh jihad, ruh bersungguh-sungguh. Sangat pantas menjadi pemimpin-pemimpin negeri ini,” tegas pria 46 tahun ini.

Kegiatan SCNC 2022 yang digelar PWNU Jawa Timur ini memang beragam. Semuanya disajikan oleh santri.

Drumband dari Madrasah Aliyah Negeri 1 Sidoarjo membuka kegiatan dengan sangat meriah.

Tampilan selanjutnya menyajikan kirab ratusan Banser dan Pagar Nusa.

Berbagai tarian juga disajikan. Ada tarian  Saman dari Ponpes Jabal Nur Geluran Sidoarjo, Tari Rancangkapti dari PCNU Gresik,  ada juga Seni Drama dan Tari dari Universitas Negeri Surabaya.

Yang tak kalah memukau, menurut Irwan adalah tampilan ribuan santri dalam Muhafadzoh Kolosal.

“Ada muhafadzoh Kolosal Aqidatul Awam dari beberapa ponpes yang menghadirkan 650 santriwati. Ada juga Muhafadzoh Kolosal Alfiyah yang menghadirkan 500 santri. Penampilan mereka sangat rapi dan menarik,” akunya.

Muhafadzoh Kolosal Aqidatul Awam diikuti ratusan santriwati dari Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo, PPSQ Asy Syadzili Sumberpasir Pakis Malang, PP KHA Wahid Hasyim Bangil, PP Mambaul Ma’arif Denayar Jombang, PP Mamba’us Sholihin Suci Gresik, El Rahmah Surabaya dan PP Darul Fikhi Lamongan.

Muhafadzoh Kolosal Alfiyah, ia melanjutkan, diikuti 500 santri dari ponpes Lirboyo, Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ponpes Syeichona Cholil Bangkalan.

“Tampilan para santri ini seharusnya membuat kita bisa berharap banyak pada para santri ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar dalam sambutannya mengingatkan bahwa para masayikh punya komitmen luar biasa bukan hanya pada agamanya namun juga kedaulatan negara.

“Buktinya dengan resolusi jihad yang dikeluarkan KH Romo Hasyim Asyari dan masayikh lainnya. Beliau-beliau ini sehari-harinya ngaji, tapi komitmennya pada bangsa ini luar biasa,” tutur Kiai Marzuki.

Sehingga muncul fatwa wajib untuk membela dan menjaga NKRI.

“Yang berjuang untuk NKRI, bisa disebut fii sabilillah. Jika gugur, mati syahid,” ujar Ketua PWNU Jatim itu.

Ia kemudian mengingatkan bahwa pesantren harus bersungguh-sungguh meningkatkan kualitasnya.

“Jika ada yang berakhlak, pesantren harus lebih berakhlak. Jika ada yang beradab, pesantren harus lebih. Jika ada yang berilmu, pesantren harus lebih berilmu,” ujar Kiai.{}