Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kurniasih Mufidayati, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak sekolah dan mahasiswa yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.
Menurut Kurniasih, bencana alam tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga berdampak serius pada kondisi sosial-ekonomi keluarga. Situasi tersebut kerap meningkatkan risiko putus sekolah dan terhentinya studi mahasiswa di perguruan tinggi apabila tidak segera direspons dengan kebijakan afirmatif.
Salah satu langkah konkret yang terus ia dorong adalah optimalisasi berbagai skema bantuan pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta beragam program beasiswa lainnya selama masa pemulihan hingga beberapa waktu ke depan.
“Dalam kondisi pascabencana, banyak keluarga kehilangan mata pencaharian dan mengalami tekanan ekonomi yang berat. Negara harus memastikan anak-anak tetap bersekolah dan mahasiswa dapat melanjutkan studi melalui optimalisasi PIP, KIP Kuliah, bantuan UKT, serta beasiswa pendidikan lainnya,” ujar Kurniasih dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Ia menegaskan, Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk melakukan pendataan yang cepat, akurat, dan responsif terhadap peserta didik dan mahasiswa yang terdampak bencana.
Selain itu, mekanisme penyaluran bantuan pendidikan perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan agar tidak terhambat persoalan administratif yang justru merugikan korban bencana.
“Kebijakan bantuan pendidikan tidak boleh kaku secara administratif. Dalam situasi darurat, pendekatannya harus adaptif, cepat, dan benar-benar berpihak pada keberlangsungan pendidikan anak dan mahasiswa,” tegas politisi PKS tersebut.
Tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat, Kurniasih juga mendorong peran aktif pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga filantropi untuk berkolaborasi menyediakan beasiswa berkelanjutan bagi pelajar dan mahasiswa terdampak bencana.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting agar dukungan pendidikan tidak bersifat sementara, melainkan mampu menopang proses pemulihan jangka menengah dan panjang.
Lebih lanjut, Kurniasih menekankan bahwa menjaga akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah terdampak bencana merupakan bagian integral dari strategi pemulihan sumber daya manusia.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya membangun kembali fisik dan infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas sumber daya manusia tetap terjaga. Pendidikan adalah kunci agar anak-anak dan mahasiswa di Sumatera tetap memiliki harapan dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.




