thumbnail

Jakarta – Temuan kasus gagal ginjal akut pada anak di Jakarta mendapatkan banyak sorotan dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sholikhah.

“Dinas Kesehatan (Dinkes) harus segera lakukan investigasi dan mitigasi terhadap temuan baru kasus ini,” kata Politisi Perempuan PKS yang duduk di Komisi Kesehatan DPRD DKI Jakarta ini.

“Kemudian, apakah kasusnya sama dengan yang sebelumnya, atau berbeda, kalau memang itu disebabkan oleh konsumsi obat sirup seperti yang dirilis Kemenkes RI, maka harus segera ditarik jenis obat sirup tersebut dari toko obat dan apotek di Jakarta sampai situasi betul-betul terkendali,” sambungnya, Selasa, (7/2/2023).

Sholikah mengatakan, Pemprov DKI harus melakukan langkah-langkah cepat agar jangan sampai kasus bertambah banyak.

“Cukup sudah banyak orang tua yang kehilangan nyawa balita kesayangannya akibat gagal ginjal anak seperti yang terjadi beberapa bulan lalu,” kata Sholikhah prihatin.

“Kemudian, RSUD besar harus disiagakan untuk menampung jika ada temuan korban gagal ginjal akut lagi,” pinta Sholikhah.

Terkait dengan anggaran untuk menghadapi kasus ini, Sholikhah menjelaskan, APBD Jakarta tahun 2023 untuk bidang kesehatan mencapai 11,06 triliun. anggaran untuk Penyediaan Layanan Kesehatan, untuk Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Rujukan, Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan UKM Rujukan Tingkat Daerah Provinsi mencapai 14,1 miliar.

“Anggaran untuk pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk pada kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) mencapai 7,25 miliar. Ini artinya anggaran tersedia jika diperlukan,” jelasnya.

Diketahui, pada kasus yang terjadi di Oktober-November, total ada 324 kasus balita terkena Gagal Ginjal Akut dengan 200 diantaranya meninggal dunia. Sementara di Jakarta, total ada 154 kasus dengan korban meninggal 70 balita.