Serap Aspirasi di Kedungkandang, Akhdiyat Syabril Ulum Tampung Keluhan Sampah hingga Edukasi Lewat Film

Akhdiyat Ulum Serap Aspirasi Warga Kedungkandang, Bahas Sampah dan Budaya

MALANG – Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Dr H Akhdiyat Syabril Ulum, S.Kom, MM, menggelar dua agenda dialog serap aspirasi dalam rangka reses pada Senin (6/7) dan Selasa (7/7) di daerah pemilihannya, Kedungkandang.

Salah satu agenda berlangsung di GOR Bulutangkis Gang Masjid, Jalan Mayjend Sungkono, Buring, Kedungkandang, dan diikuti sekitar 100 warga. Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat.

Salah satu persoalan yang banyak disampaikan warga adalah masalah pengelolaan sampah di Kota Malang.

Warga Soroti Kebiasaan Buang Sampah di Sungai

Dalam dialog tersebut, warga yang tinggal di sekitar Sungai Amprong, Kedungkandang, menyampaikan masih adanya kebiasaan membuang sampah ke sungai.

Padahal, masyarakat telah mendapatkan imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai. Kebiasaan tersebut dinilai dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan dan mengganggu kualitas hidup warga yang tinggal di sekitarnya.

Aspirasi serupa juga muncul dari warga yang tinggal di sekitar Jembatan Muharto, Kedungkandang.

Ulum mengatakan, warga mengeluhkan aktivitas pembuangan sampah di titik sekitar jembatan yang masih terjadi. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan kebersihan dan bau, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

“Fenomena buang sampah di titik dekat jembatan masih terus terjadi sehingga menimbulkan banyak dampak seperti bau di sekitar lokasi, pengangkutan sampah di waktu jam masuk sekolah dan menimbulkan titik keramaian arus lalu lintas dan potensi merugikan banyak masyarakat,” beber Ulum.

Menurutnya, warga berharap Pemerintah Kota Malang dapat menghadirkan solusi permanen dan komprehensif untuk persoalan tersebut. Penanganan tidak cukup hanya dengan mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, tetapi juga perlu diikuti dengan sistem pengelolaan dan lokasi pembuangan yang lebih tepat.

Warga berharap persoalan sampah di sekitar Jembatan Muharto dapat ditangani tanpa menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Akhdiyat Ulum Angkat Budaya dalam Dialog Kedua

Tidak hanya membahas persoalan lingkungan, agenda reses kedua Akhdiyat Syabril Ulum mengambil tema budaya.

Ulum menyoroti kecenderungan sebagian generasi muda yang semakin jauh dari kesenian dan budaya lokal. Padahal, Kota Malang memiliki beragam kesenian yang menjadi bagian dari identitas masyarakat, seperti Ludruk, Tari Topeng, Bantengan, dan berbagai kesenian tradisional lainnya.

Menurut Ulum, pengenalan budaya kepada generasi muda membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakter mereka. Karena itu, ia tidak hanya menyampaikan materi melalui dialog, tetapi juga menggunakan media kreatif berupa film pendek.

Dalam kesempatan tersebut, Ulum menampilkan karya film pendek berjudul “Pak Dewan Nyamar Jadi Tukang Sayur”.

Film tersebut mendapat respons antusias dari peserta yang mayoritas merupakan generasi muda berusia sekitar 18 hingga 25 tahun.

Film Jadi Cara Ulum Dekati Generasi Muda

Pemutaran film menjadi bagian menarik dari agenda reses karena pendidikan politik tidak disampaikan dalam format konvensional semata.

Para peserta memberikan sejumlah tanggapan dan testimoni setelah menyaksikan film tersebut. Salah seorang peserta menilai film itu berhasil menggambarkan sosok anggota dewan yang dekat dengan masyarakat.

“Dengan gambaran film tersebut, Pak Ulum dewan menjadi sosok yang merakyat, ingin turun langsung ke masyarakat tanpa sekat dalam menampung aspirasi,” ujar peserta.

Bagi Ulum, pendekatan kreatif seperti film dapat menjadi salah satu cara untuk menjembatani komunikasi antara wakil rakyat dan generasi muda. Di sisi lain, pembahasan mengenai budaya juga diharapkan dapat mendorong anak muda untuk kembali mengenal kesenian lokal yang menjadi bagian dari identitas Kota Malang.

Melalui dua agenda reses tersebut, Ulum mendapatkan sejumlah masukan langsung dari masyarakat, mulai dari persoalan sampah dan lingkungan hingga perhatian terhadap budaya dan generasi muda.

Aspirasi tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, serta representasi masyarakat di DPRD Kota Malang.

Bagikan: