thumbnail

JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Dr Kurniasih Mufidayati bersama Tokoh Nasional asal Tasikmalaya Dr Mohamad Sohibul Iman meresmikan tiga Balai Latihan Kerja (BLK) di tiga titik di Tasimalaya.

BLK yang diresmikan adalah BLK Komunitas Kejuruan Bahasa di Yayasan Pesantren Cipansor, BLK Komunitas Kejuruan Multimedia Pondok Pesantren Ibadurrohman Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu

dan BLK Seni Kuliner Pesantren Ummul Quro Kota Tasikmalaya.

Sohibul Iman menerangkan BLK yang dibangun lengkap dari bangunan fisik hingga fasilitas di dalamnya untuk memfasilitasi komunitas masyarakat meningkatkan kompetensinya dalam keahlian-keahlian tertentu.

“Nah seperti Yayasan Ibadurrohman saat ini memilih sesuai aspirasi mereka mendirikan BLK kejuruan multimedia. Jadi kita harapkan ke depan para santri dan santriwati Ibadurohman serta masyarakat sekitar bisa memanfaatkan ini untuk meningkatkan kompetensinya di bidang multimedia,” ungkap Sohibul Iman.

Tak hanya itu, dia juga berpesan kepada semua BLK yang telah diresmikannya dan meminta kepada pimpinan pesantren untuk sedikit demi sedikit mengubah mindset para santri dan santriwatinya.

“Jadi barang yang diberikan pemerintah itu harus memunculkan rasa tanggungjawab menjaga hibah ini. Agar tetap baik kondisinya dan dipelihara. Bahkan kalau bisa dikembangkan,” teranganya.

Sohibul Iman mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Anggota Komisi IX DPR RI Dr Kurniasih Mufidayati yang cukup responsif saat muncul usulan dari pesantren untuk pengadaan BLK.

 

“Kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Ibu Kurniasih Mufidayati yang termasul salah satu anggota dewan PKS yang cukup cepat dan responsif dalam merespons advokasi dari masyarakat,” papar Sohibul.

Kurniasih menambahkan tiga BLK dengan kompetensi yang berbeda-beda harapannya bisa memberikan bekal keahlian bagi para santri khususnya di Tasikmalaya.

“Semoga bisa menambah nilai bagi santri dan alumni pesantren di Tasikmalaya agar memiliki keahlian khusus sebagai bagian dari bekal keterampilan,” ujar Kurniasih.

Ia berharap tiga keterampilan yakni bahasa, multimedia dan seni kuliner bisa menambah santri-santri asal Tasikmalaya menjadi santri terampil yang siap menatap Indonesia Emas 2045.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Dr Sohibul Iman yang memberikan informasi dan kebutuhan pesantren di Tasikmalaya serta pimpinan pesantren serta tokoh masyarakat Tasikmalaya yang mendukung santri-santri semakin berdaya guna,” kata Kurniasih.