Serap Aspirasi Indra Permana di Momentum Harganas, Dorong Penguatan Peran Ayah dan Ketahanan Keluarga

Indra Permana Soroti Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

MALANG – Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dr H Indra Permana SE MM, memanfaatkan masa reses pada Senin (6/7) dan Selasa (7/7) lalu untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Dalam dua agenda serap aspirasi tersebut, Indra mengangkat tema “Menguatkan Peran Ayah, Membangun Ketahanan Keluarga” yang bertepatan dengan momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Indra yang akrab disapa Kaji Indra menilai keluarga memiliki posisi penting dalam membangun kualitas masyarakat. Menurutnya, kemajuan Kota Malang tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kondisi keluarga serta kualitas generasi mudanya.

Keluarga yang harmonis akan melahirkan masyarakat yang aman, produktif, dan berakhlak,” ujar Kaji Indra.

Indra Soroti Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

Dalam dialog tersebut, Kaji Indra secara khusus menyoroti peran ayah dalam membangun ketahanan keluarga. Menurutnya, ayah tidak hanya memiliki tanggung jawab sebagai pencari nafkah, tetapi juga berperan sebagai pemimpin, pendidik, pelindung, sekaligus teladan bagi anak.

Kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak sangat menentukan karakter dan masa depan mereka,” katanya.

Ia menilai kehadiran orang tua dalam kehidupan anak semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Anak-anak saat ini memiliki akses luas terhadap informasi melalui gawai dan media sosial, sehingga pendampingan keluarga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Kaji Indra menyebut ketahanan keluarga dapat menjadi fondasi untuk menghadapi berbagai persoalan sosial, mulai dari pengaruh negatif media sosial, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, judi online, kekerasan terhadap anak, pornografi, hingga paparan konten digital yang tidak mendidik.

Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah

Menurut Kaji Indra, menghadapi berbagai tantangan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Peran keluarga, terutama orang tua, harus diperkuat sejak dari rumah.

Ia mendorong orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak, memberikan pendidikan agama dan akhlak sejak dini, serta aktif mendampingi penggunaan gawai dan media sosial.

Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah. Orang tua harus menjadi sahabat bagi anak. Bangun komunikasi yang terbuka, tanamkan nilai agama sejak dini dan awasi penggunaan gawai dan media sosial,” pesannya.

Dalam konteks nilai keluarga yang dianutnya, Kaji Indra juga menyampaikan penolakannya terhadap normalisasi perilaku LGBT yang menurutnya tidak sesuai dengan nilai agama dan budaya yang diyakininya.

Ia mengajak para orang tua memperkuat pendidikan agama dan akhlak agar anak memiliki jati diri serta kemampuan menyaring berbagai pengaruh yang datang dari lingkungan maupun ruang digital.

DPRD Dorong Kebijakan yang Berpihak pada Keluarga

Kaji Indra menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga juga perlu didukung melalui kebijakan pemerintah daerah.

DPRD berkomitmen memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada keluarga. Penguatan pendidikan karakter, perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, pembinaan kepemudaan dan fasilitas ramah keluarga,” urainya.

Menurutnya, keluarga yang kuat membutuhkan ekosistem pendukung. Karena itu, kebijakan terkait pendidikan, perlindungan anak, ekonomi, kepemudaan, hingga fasilitas publik perlu mempertimbangkan kebutuhan keluarga.

Warga Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga UMKM

Selain membahas ketahanan keluarga, kegiatan reses tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Warga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Kaji Indra, mulai dari infrastruktur lingkungan, pendidikan, UMKM, drainase, lapangan kerja, pembinaan pemuda, hingga fasilitas ibadah dan sosial.

Beragam masukan tersebut menjadi bagian penting dari agenda reses sebagai sarana bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kaji Indra pun mendorong agar dialog antara wakil rakyat dan masyarakat terus dilakukan. Menurutnya, aspirasi dari warga diperlukan sebagai bahan dalam menjalankan fungsi DPRD sekaligus memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui kebijakan dan program pembangunan Kota Malang.

Bagikan: