SHOPPING CART

close

Kader Harus Mampu Manfaat Potensi Positif

Kader dakwah adalah siapa saja yang terbina (tertarbiyah-red) yang juga memiliki keunggulan daripada masyarakat umum, ia harus memiliki keunggulan operasional, moralitas yang tinggi dan tidak pernah memiliki demoralisasi, idealitas yang luar biasa, serta intelektualitas yang tinggi.

Saat ini dakwah membutuhkan kader yang berani melakukan inovasi-inovasi baru dalam bertindak, apalagi kader sudah terbina baik dengan tarbiyah sehingga saat mereka bertindak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Dakwah ini senantiasa akan diisi oleh para pemuda yang berani tampil untuk menyuarakan kebenaran dan bertindak untuk memberikan yang terbaik untuk umat.

Mereka tidak takut akan segala sesuatu yang menghadang, karena mereka sadar bahwa jalan ini akan penuh dengan onak dan duri. Apa yang menjadi manhaj sekarang dalam dakwah PKS merupakan inovasi yang dilakukan oleh generasi awal pengusung dakwah ini yang kemudian lahir menjadi pengalaman, dan manhaj yang dipakai saat ini belum tentu cocok untuk para generasi berikutnya.

Oleh karena itu, generasi pengusung dakwah sekarang ini maupun yang akan datang harus bergerak dinamis dan menjadikan pengalaman mereka menjadi aturan dan pedoman (manhaj) baru yang digunakan dalam dakwah ini, karena dalam islam yang tidak dapat dirubah adalah wahyu sedangkan manhaj atau metode dalam dakwah adalah sesuatu yang dapat berubah sesuai dengan kondisi yang ada.

Dakwah dimulai dengan mengenal terlebih dahulu medannya, melakukan pemetaan wilayah, perencanaan dan komunikasi yang baik dengan semua pihak. Begitu pun dengan dakwah di Sumedang harus dimulai dengan mengenal medan; kondisi geografis, demografis, jaringan politis, kultur masyarakat. Kemudian masuk ke dalam pemetaan wilayah; dipetakan secara politis, religius, ekonomi, kultural dan lain sebagainya.

Setelah itu baru masuk kepada perencanaan yang tepat, tanpa pengenalan dan pemetaan maka perencanaan kita hanya akan mendapatkan peta buta yang tentu saja dengan peta buta tersebut kita belum bisa melakukan perencanaan perencanaan . Selain itu, juga harus ditunjang dengan komunikasi yang baik dengan masyarakat umum. Dengan demikian sangat penting bagi kader dakwah di Sumedang untuk pandai berkomunikasi dengan semua pihak, tanpa melihat background atau latar berlakang mereka.

Dalam setiap diri manusia ada potensi kebaikan yang dapat diambil, baik itu dalam diri seroang preman atau pemabuk sekalipun dalam diri mereka ada potensi kebaikan. Kemenangan ikhwah kita di Turki adalah contoh yang dapat kita ambil pelajarannya. Organisasi pelacur di Turki mau untuk mendukung calon Presiden dari Partai Keadilan dan Pembangunan untuk menjadi presiden.

Saat diwawancara kenapa mau mendukung calon dari Partai Keadilan dan Pembangunan, ketua pelacur menjawab bahwa ada program dari calon Abdullah Gul yang sukses terpilih sebagai Presiden Turki yang kesebelas setelah melewati tiga tahap pungutan suara, dengan meraup suara mayoritas sebanyak 339 suara anggota parlemen yang akan membebaskan kami dari pelacuran.

Di sinilah kita mengetahui bahwa sebelumnya sudah ada dialog yang dilakukan oleh Partai Keadilan Pembangunan dengan oraganisasi pelacuran di Turki.

Saat kita mampu berkomunikasi dengan semua orang, maka kita akan dapat membaca potensi orang. Harus kita pahami setiap makhluk Allah termasuk manusia, siapa pun dia, dan apa pun agamanya bahkan yang tidak beragama sekalipun memiliki potensi positif yang dapat diberdayakan untuk kememangan dakwah ini.

Saat hijrah, penunjuk jalan rasulullah adalah seorang musyrik yang bernama Abdullah bin Urayqath. Rasulullah tahu potensi positif yang ada dalam dirinya dan kemudian diberdayakan dalam dakwah.

Begitu pun saat rasulullah kembali ke Mekah dari Thaif, rasulullah memanfaatkan potensi positif dalam diri orang musyrik, bahkan rasulullah meminta sendiri agar keselamatan dirinya dijamin oleh Muth’am bin Adi, salah seorang tokoh Quraish yang dikenal Rasul, Muth’am bersedia memberi perlindungan lalu segera mengirim anak-anaknya untuk mengawal Rasulullah saw masuk ke kota Mekah.

Muth’am sendiri telah melaung kepada penduduk Madinah semasa di atas kudanya: “Hai orang-orang Quraish, saya telah memberi perlindungan dan jaminan keselamatan kepada Muhammad. Oleh kerana itu janganlah ada di antara engkau yang mengusirnya“.

Mendengar hal itu Abu Jahal telah merasa marah. Ia bertanya: “Engkau memberi perlindungan atau mengikutinya?” Muth’am menjawab: “Aku telah memberinya perlindungan

Akhirnya dengan sinis Abu Jahal menjawab: “Kalau begitu kami juga akan turut serta memberi perlindungan kepada orang yang engkau beri perlindungan…“. Inilah butki nyata bahwa rasulullah saw pun memanfaatkan potensi kebaikan dalam diri seorang musyrik untuk dakwah.

Begitupun dalam dakwah di Sumedang, setiap kader harus mampu untuk memanfaatkan potensi positif yang ada di sekitar untuk kememangan dakwah di Sumedang, karena masyarakat yang musyrik sekalipun juga merupakan bagian dari objek rahmatan lil ‘alamin. Inilah ujian untuk setiap kader dakwah, karena saat ia berkomunikasi dengan siapa saja ia harus mampu mensibgoh lawan bicaranya dengan islam, bukan menjadikan dirinya yang terwarnai.

Sumber : Taujih Ust Hilmi saat silaturahmi dengan kader PKS Sumedang (www.kekuatanpena.multiply.com)

Print Friendly, PDF & Email
Tags:

0 thoughts on “Kader Harus Mampu Manfaat Potensi Positif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.