Home / Kolom / Binasa dalam Kebencian

Binasa dalam Kebencian

Oleh : Choirul Amri

_….Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.” [ Ali Imrân/3:118 ]_

Snouck Hurgronje, seorang orientalis dan sekaligus penasehat pemerintah Hindia Belanda yang terkenal dan sempat pura-pura masuk Islam, pernah memimpikan bahwa suatu saat nama Muhammad saw akan hilang. Ia berharap rasulullah hanyalah seorang tokoh fiktif semata.

Ia mengatakan; “Pada zaman skeptik ini, sangat sedikit sekali yang diatas kritik, dan suatu hari nanti kita mungkin mengharapkan untuk mendengar bahwa Muhammad tidak pernah ada”.

Impian Snouck kemudian diamini oleh Klimovich. Dalam sebuah tulisannya Klimovich menyimpulkan bahwa semua informasi tentang Nabi Muhammad Saw hanyalah karangan yang dibuat-buat manusia. Muhammad tak lebih tokoh fiksi semata, katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Nabi Muhammad adalah tokoh khayalan yang harus ada atau istilahnya “fiksi yang wajib” karena selalu ada asumsi “setiap agama harus mempunyai pendiri”.

Itulah kebencian para orientalis yang tak pernah padam. Sikap mereka serupa dengan kebencian kaum kafir Quraisy dahulu yang menuduh dengan tuduhan yang keji kepada Rasulullah. Muhammad orang gila, Muhammad ahli sihir, Muhammad pemecah bangsa, ujar mereka. Itulah kebencian berlapis kedengkian karena beliau diutus menjadi rasul.

Mereka mendengki karena mengapa wahyu diturunkan kepada Muhammad dan bukan orang lain yang menurut mereka lebih layak? _Lha._. mereka memang siapa kok mengatur sang pencipta? Itulah kedengkian yang payah.

_”Dan mereka berkata, ”Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri?” (QS Az-Zukhruf [43]: 31)._

Dalam sebuah riwayat dikemukakan bahwa al-Walid bin Mughirah berkata, ”Sekiranya apa yang dikatakan Muhamamd itu benar (bahwa Alquran dari Allah), pasti Alquran ini diturunkan kepadaku atau kepada Mas’ud ats-Tsaqafi.”

Namun apakah harapan Snouck dan kesimpulan Klimovich menjadi kenyataan? Mereka salah besar!! Jelas di kubur mereka kecewa berat karena yang terjadi justru sebaliknya. Pasti di barzakh kedengkian itu semakin menyiksa mereka, mengapa? karena nama Muhammad rasulullah saw malah semakin terkenal di seluruh dunia.

Menurut survey nama Muhammad merupakan nama yang paling populer di jagad raya ini. The Telegraph dalam tajuk utama “Mohammed, The Nation’s (Secret) Favorite Name” menyatakan seperti itu. Diperkirakan ada sekitar 150 juta orang yang memakai nama Muhammad di dunia, untuk mengagungkan dan menghormati rasulullah.

Dan memang tak henti-henti ratusan juta manusia selalu menyebut-nyebut nama beliau minimal 17 kali dalam sholat. Selain yang lain tak jeda melafalkan nama beliau dengan penuh takzim dalam sholawat mereka. Bersahut-sahutan, bersambungan dari ujung barat hingga ujung timur.

Lebih luar biasa lagi adalah pengikut beliau kaum muslimin, secara umum sangat bersemangat melaksanakan ajaran beliau. Masjid-masjid di seluruh dunia baik di negeri-negeri muslim, maupun di Eropa atau Amerika, sekarang penuh sesak dengan jamaah. Bandingkan misalnya dengan jamaah gereja yang semakin hari justru semakin sepi, hanya beberapa gelintir yang bisa dihitung dengan jari dan bahkan banyak gereja yang dijual terutama di negeri barat.

Adakah manusia di dunia ini yang diagungkan seperti itu? Adakah manusia di dunia ini yang semulia beliau? Tidak ada !!

Maka tidak salah kalau kedengkian dan kebencian mereka ibarat api yang membakar emas, yang hasilnya tidak lain semakin menjadikan emas tersebut berkilau.

Dan puncaknya adalah kelak di akherat. Kelak di sana mereka akan melihat bahwa rasulullah Muhammad saw akan menjadi orang yang paling mulia dibandingkan dengan seluruh manusia. Allah akan meninggikan kedudukan beliau dengan derajat yang luar biasa.

Saat itu seluruh manusia – manusia pertama hingga terakhir – akan mengetahui kedudukan beliau yang agung di sisi Allah dalam _Syafaatul ‘uzhma_. Kala itu manusia dalam kepayahan , sudah tidak tahan lagi dengan penantian panjang di Mahsyar yang sangat berat. Maka atas permintaan beliaulah dan hanya rasulullah yang bisa, akhirnya acara di padang Mahsyar dimulai.

Kala itu para pembenci, pendengki akan mengigit kedua tangan mereka menyesal sejadi-jadinya. Mereka binasa karena kebencian. Mereka hancur karena kedengkian.

_”Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 32)_

Sungguh merugi para pembenci…Pasti nestapa para pendengki.

Wallahu’alam bish showwab

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Selamat Jalan Singa dari Surakarta

Oleh: Ustadz Cahyadi Takariawan Sudah lama saya mengenal beliau. Sejak saya masih kuliah. Kisaran tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.