Home » Berita PKS Nasional » Fraksi PKS di DPR RI Dites Urine, Ada Apa?

Fraksi PKS di DPR RI Dites Urine, Ada Apa?

tes urine fpksFraksi Partai Keadilan Sejahtera bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), melakukan tes urine kepada anggota fraksi dan tenaga ahlinya. Kepala Seksi Lingkungan Kerja BNN, Nining Sulastri mengatakan tes urine dilakukan atas permintaan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.

“Hasilnya kami akan sampaikan ke pimpinan besok (30/2),” ujar Nining Sulastri di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Senin (29/2).
Hasil pemeriksan akan dilaporkan ke pimpinan BNN terlebih dahulu, baru disampaikan ke pimpinan Fraksi PKS. Sebanyak enam orang BNN diturunkan untuk mengetes urine seluruh anggota dan staf ahli Fraksi PKS.
Jumlah anggota Fraksi PKS adalah 40 orang. Sekitar enam anggota Fraksi PKS telah dites. Mereka adalah Jazuli Juwaini, Hidayat Nur Wahid, Al Muzzamil Yusuf, A. Junaidi Auly, Ecky Mucharam dan Abdul Kharis Almasyhari.

Meski demikian, ada juga anggota yang belum dapat mengikuti tes urine lantaran sedang berada di daerah pemilihan. Izin itu disampaikan melalui surat ke sekretariat Fraksi. Nining mengungkapkan baru Fraksi PKS yang meminta diperiksa urine. Sebelumnya, seluruh fraksi di DPR termasuk pimpinan menyetujui adanya pemeriksaan urine kepada seluruh anggotanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengimbau kepada seluruh pimpinan fraksi agar segera mengetes seluruh anggota dan staf fraksinya. Menurutnya, itu adalah langkah keseriusan DPR memberantas narkoba di Indonesia.
“Kami himbau fraksi lain, dan ayo mulai dari DPR. Gimana katakan bebas tapi tidak dimulai,” ujar Jazuli Juwaini.
Pemeriksaan hari ini merupakan kali ketiga buat Fraksi PKS. Karenanya, Anggota Komisi Hukum DPR ini menunggu respons fraksi lain dan berharap pemeriksaan ke seluruh anggota DPR tidak hanya menjadi wacana.

“Harapannya di DPR tidak ada yang terlibat narkoba, baik pemakai maupun pengedar. Harapannya semoga itu jadi kenyataan,” tuturnya.

Wacana diperiksanya seluruh anggota DPR terkait narkoba bermula dari dugaan terlibatnya Legislator PPP Fanny Safriansyah alias Ivan Haz dalam penggunaan narkoba. Anggota Komisi Lingkungan Hidup ini diduga terjaring dalam operasi narkoba oleh Tim Yonintel Kostrad dan Pom Kostrad Asintel Kaskostrad di Kompleks Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. (pit)

disadur dari: http://www.cnnindonesia.com

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Presiden PKS: Ustadz Yusuf Supendi Tetap Guru Kami

Presiden PKS Sohibul Iman melayat ke rumah Yusuf Supendi di Jalan Sorma, RT 012/ RW ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.