Home » Berita PKS Nasional » Banjir di Sampang, PKS Datang

Banjir di Sampang, PKS Datang

relawan-banjir-sampangBeberapa waktu yang lalu, Banjir melanda kabupaten Sampang. Hujan yang turun dan aliran air sungai Kemuning yang meluap, membuat separuh tubuh orang dewasa kelap tertutup air. Data yang saya baca di berbagai media massa, lebih dari 12 kelurahan di Kabupaten ini tergenangi banjir. Dan tak kurang 11 ribu kepala keluarga mendapatkan dampak langsung dari bencana ini. Mereka terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Deg. Informasi bencana ini, tak lama, sampai juga ke Surabaya. Saat rapat koordinasi bidang-bidang DPW PKS Jawa Timur pada hari Jumat (27/2) yang lalu, yang juga bersamaan dengan datangnya banjir yang melanda salah satu wilayah di pulau garam ini, semua peserta terkaget. Diakhir rapat, entah mengapa, karena mendengar kabar kurang menyenangkan tersebut kita sepakat menambah waktu untuk membahas bantuan korban banjir Sampang. Saya mendengarkan.

Ketua bidang Kesra DPW PKS Jawa Timur, Pak Hartono, mempercepat program Rumah Siaga Bencana yang sejatinya baru di lounching pada Maret pertengahan esok. “Biarin aja. Lounching-nya nanti. Sekarang kerja dulu,” guyonnya. Para relawan disiapkan agar dapat berangkat sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Penanggung jawab Rumah Siaga Bencana, yang masih bekerja PP Surabaya-Malang, akhirnya juga harus bersiap kapanpun diterjunkan.

Ketua bidang BKO yang saat itu baru di Jakarta, Ndan Ipin, kembali ke Surabaya dan mengawal pasukannya agar menyiapkan segala keperluan bencana. Perahu karet, logistik hingga lampu penerang.
Ketua Umum DPW PKS Jawa Timur, Pak Arif Hari Setiawan, yang keesokan harinya akan membuka resmi Rakorda DPD di Banyuwangi masih menyempatkan berkoordinasi. Bahkan Ustad Arif memerintahkan untuk memberangkatkan relawan beserta perahu karet dan ambulan PKS. Segera dan secepatnya.

Saya menyaksikan bagaimana masing-masing bergerak sesuai dengan kapasitas dan wewenangnya. Mungkin saya belum lama di PKS, namun kompak dan solidnya PKS memang sudah diakui oleh siapapun. Tidak hanya untuk aktifitas internal – semacam pergantian kepemimpinan atau masalah penetapan caleg – namun untuk aktifitas membantu orang lain, partai ini layak diakui, memang paling cepat dan solid.

Saya pernah berbincang dengan Pak Arif, ketua umum PKS Jawa Timur, terkait dengan slogan khidmat untuk rakyat di Jawa Timur. Beliau menyampaikan bahwa khidmat itu adalah keniscayaan kita sebagai bagian dari masyarakat. “Kita diberi amanah oleh masyarakat, maka sewajarnya kita melaksanakan khidmat kita untuk mereka, mas. Kita layani mereka. Kita bela mereka. Kita juga harus melakukan pemberdayaan untuk mereka.” Kira-kira demikian ujar beliau.

Pikir saya, ini sih tugas pemprov.

Entah mengapa, seperti tertanam dalam rangkaian sirkuit alamiah mereka – para relawan PKS – agar berlomba memberi kontribusi semaksimal mungkin. Untuk banjir Sampang sendiri, para relawan PKS itu tidak akan mungkin bisa membantu para korban seluruhnya. Hanya sebagian tempat saja yang mereka bantu. Lha wong, perahu karet saja kita hanya punya satu buah. Akan tetapi, mereka mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.
Kalau hanya ada satu perahu yang dipakai, ya digunakan.
Alhamdulillah, ternyata bermanfaat. Bisanya hanya kasih bantu makanan, ya kasih makanan. Alhamdulillah, ternyata memang dibutuhkan. Hanya punya tenaga, ya tenaga itu yang diberikan. Dilapangan, mereka pasti akan bertemu dengan relawan atau petugas tagana lainnya. Baik dari TNI ataupun LAZ. Tidak banyak memang. Namun mereka tetap memberi.

Khoirunnas Anfauhum linnas
Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat.
Semoga. (disadur dari http://jatim.pks.id)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Presiden PKS: Ustadz Yusuf Supendi Tetap Guru Kami

Presiden PKS Sohibul Iman melayat ke rumah Yusuf Supendi di Jalan Sorma, RT 012/ RW ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.