Home » Berita Ngalam » Silaturahim Habib Salim ke Pondok Pesantren Nurul Haromain Pujon Malang

Silaturahim Habib Salim ke Pondok Pesantren Nurul Haromain Pujon Malang

Pujon (25 Maret 2019) – Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri didampingi oleh Ketua DPW PKS Jawa Timur Arif Hari Setiawan dan jajaran pengurus PKS se-Malang Raya bersilaturahim ke Pondok Pesantren Nurul Haromain yang diasuh oleh KH M. Ihya’ Ulumuddin.

Pondok Pesantren Nurul Haromain merupakan salah-satu Pondok Pesantren yang dirintis dan didirikan pada tahun 1986 oleh imam ahli hadits, Prof D.R As Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki. Sayyid Muhammad bin Alawi ini juga membangun beberapa pesantren lainnya di tanah Jawa seperti halnya Ma’had Darussalam Tambak Madu Surabaya. Sayyid Muhammad kemudian menunjuk santri generasi pertamanya, KH Ihya’ Ulumiddin menjadi penanggung jawab pembangunan sekaligus pengasuh di Nurul Haromain.

Dalam dialog yang cukup hangat dihadiri juga oleh pengurus Pompes serta Pengurus dari DPD PKS Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, Habib Salim menyampaikan obsesinya bahwa Indonesia ini akan menjadi negara besar dan melindungi kaum Muslimin yang berada diseluruh dunia.

Dalam sambutannya, KH. Ichya Ulumuddin mengapresiasi keinginian Habib Salim, Kyai juga menyampaikan bahwa pemimpin suatu kaum adalah cerminan dari kaum itu sendiri. Semakin baik pemimpin, maka hasilnya (ummatnya) akan semakin baik pula.

Dahulu, ketika memulai membangun Pesantren Nurul Haramain, Sayyid Muhammad al Maliki berpesan kepada KH Ihya’ “Jangan menerima bantuan dari siapapun, pesantren ini pendanaannya akan saya ambilkan murni dari saku pribadiku”, dan hasilnya dapat dilihat saat ini. Dalam dunia pendidikan, Ma’had Nurul Haramain menerapkan kurikulum yang boleh dikatakan memiliki perbedaan dengan kurikulum umumnya pesantren Indonesia. Jika fiqih di sana menempati posisi mayoritas, maka di pesantren ini hadits dan segala yang terkait menjadi kurikulum yang mendominasi. Shohih Bukhori dan Muslim, Sunan Abu Dawud dan Turmudzi adalah pelajaran wajib yang diterima oleh para santri. Di pesantren ini hadits tidak hanya dibaca dengan makna gandulnya, tetapi dipelajari secara menyeluruh dari sisi sebab wurud, arah tujuan dan kaitannya dengan suatu ayat atau hadits lain serta hukum dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Jadi tidak jarang apabila penjelasan satu hadits bisa memakan waktu satu jam lebih yang tentu saja itu semua dengan mengacu kepada pemahaman para ulama salaf.

Sebelum belajar ke Makkah, KH.Ihya’ sudah belajar kepada beberapa alim ulama, seperti Kyai Abdul Hadi pengasuh Pondok Pesantren Langitan dan Habib Baharun Bondowoso. Beliau kemudian meneruskan belajarnya di pondok YAPI. Sesampainya di sana, beliau justru diminta untuk mengajar karena kecerdasannya.

Mohon doanya Kiyai, semoga PKS dapat mengusung amanah rakyat dalam menyongsong Pemilu April 2019 ini.

(sebagian isi disadur dari web: http://bumisyahadat.blogspot.com/2014/04/ponpes-nurul-keunikan-dunia-pesantren.html)

Foto-foto lainnya:

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Kunjungi Malang, Sandi Ungkap Saktinya KTP

Malang, 18 Maret 2019 – Untuk ketiga kalinya, Sandiaga Salahuddin Uno, Calon Wakil Presiden nomer ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.