Home / Berita Ngalam / Air Tak Kunjung Mengalir, PKS Kirim Bantuan

Air Tak Kunjung Mengalir, PKS Kirim Bantuan

Malang, 16 Januari 2020 – Krisis air bersih yang melanda Kota Malang terus berlanjut sampai Kamis, 16 Januari 2020. Penyebabnya adalah bocornya pipa primer di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Walikota Sutiaji dan DPRD Kota Malang memeras otak untuk mengatasinya. Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan sudah berupaya maksimal untuk membenahi area yang bocor. Semalam, juga telah dipastikan bahwa  pembenahan pipa yang bocor juga telah dilakukan.
“Saya sudah pastikan langsung untuk segera dilakukan perbaikan, namun bocor lagi. Semalam saya datang lagi. Sudah dibenahi. Tadi pagi, pukul 07.00 dipastikan selesai semua dan dilakukan pengerasan di titik bocornya,” jelasnya kepada media, Rabu (15/1/2020).

Sementara itu, DPRD Kota Malang melalui Komisi B kemarin 15/01/2020 mengundang Direktur PDAM Kota Malang untuk meminta penjelasan. Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan pendataan untuk mengetahui kebutuhan air. Selanjutnya akan segera menempatkan Terminal Air di setiap sisi pemukiman terdampak.

Menanggapi hal ini, DPD PKS Kota Malang melalui DPC PKS Kecamatan Sukun telah menerjunkan personilnya melalui mobil khidmat dan pickup untuk membagikan air kepada masyarakat secara gratis. “Saya instruksikan kepada ketua DPC agar menghimpun dana dari kader dan simpatisan, sekaligus menggunakan anggaran taktis DPC untuk membeli air ke mobil tangki yang biasa kirim air ke Kota Malang,” ujar Ernanto Djoko Purnomo.

Hasilnya, dalam dua hari terakhir, relawan PKS berkeliling memetakan sekaligus membagi air ke wilayah terdampak. Warga Kota Malang yang hendak memesan mobil tangki ataupun menyumbangkannya, dapat menghubungi relawan PKS yang bertugas atau ke Ketua DPC PKS setempat.

Solusi
Kebocoran jaringan pipa berdampak sulitnya air bersih di sejumlah wilayah di Kota Malang. Seperti, di wilayah Kedungkandang, Bumiayu, Sukun, Gadang dan Sawojajar. Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR Iriandi Azwartika langsung menyidak sekaligus melakukan koordinasi untuk menemukan solusi persoalan air tersebut bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Hasilnya, Pemkot melakukan pengajuan penggantian pipa jaringan air baru, di mana untuk penggantian pipa ini dananya ditaksir mencapai Rp 35 miliar yang akan didapatkan dari bantuan pihak Kementerian PUPR.

Sementara itu, Trio Agus Purwono, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang menyarankan agar Perumda Tugu Tirta Kota Malang memperbanyak terminal air di berbagai titik pemukiman terdampak. “Kami sarankan agar ada solusi jangka pendek yang dilakukan. Karena saat ini, masih ada sekitar 10 ribu pelanggan yang belum teraliri air sama sekali,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, ujar Trio.

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Tata Tertib DPRD Kota Malang Diubah, Fraksi PKS Tekankan Peran Serta Masyarakat

Malang, 9 Maret 2020 – Fraksi PKS memberi sederet catatan terhadap Rancangan Peraturan DPRD Kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.